Sabtu, 15 Desember 2012

Pangeran Mafia dari Villabate

VIVAnews – Wajahnya tak mirip seorang yang bengis. Dia lebih mirip lelaki santun, dan mungkin alim. Antonino Messicati Vitale, dalam foto yang banyak dilansir media dunia, tampak rebahan santai. Dia berkacamata gelap, telanjang dada, dan bercelana pendek. Wajahnya terang disiram cahaya matahari. Tak diketahui lokasi pantai tempat foto itu dibuat. Di jarinya terselip sebatang rokok, dan tangan satunya memegang novel karya Dan Brown, The Lost Symbol. Antonino mungkin menikmati hidupnya seperti novel yang menegangkan itu. Dia dipercaya sebagai ‘Godfather” dari geng mafia paling ditakuti di Palermo, Silsilia, geng Villabate. Dia kerap memeras, menculik, atau membunuh lawannya. Awal Desember 2012, petualangan itu berhenti di Bali. Sekian lama diburu Interpol karena kejahatannya, Antonino akhirnya dicokok polisi di sebuah villa di Kuta, dan kini dia menjadi tahanan Polda Bali. Selama buron, Antonino tetap mengatur bisnisnya. Seorang penyidik di Italia mengatakan sang Godfather masih berkontak dengan keluarganya. “Dia masih mewakili keluarga mafia klan Villabate dalam beroperasi," kata sang penyidik mengutip kepala operasi polisi di Palermo, kepada media Italia, Palermo Today. Antonino ditangkap di sebuah villa mewah di Jalan Basangkasa, Legian, Kuta, Bali pada Jumat dinihari, 7 Desember lalu. Dia dicari polisi atas kasus penganiayaan yang menewaskan seseorang pada 2011, dan diancam 24 tahun penjara. Sebelum vonis dijatuhkan, Antonino kabur ke luar negeri pada 16 April silam. Sejak pelariannya itu, Antonino masuk dalam daftar mafia kelas kakap yang diburu polisi. Lama tak terlacak, lewat alat penyadap yang dipasang polisi di rumah keluarga Villabate, dan kawan-kawan Antonino, polisi mendapatkan jejaknya. Antonino rupanya sedang berada di Indonesia. Dia tinggal selama enam bulan di Bali. Selama itu, Antonino tidak seperti pelarian. Dia seperti turis saja. Selama bersembunyi, dia bahkan sempat merayakan ulangtahunnya yang ke 40. Ada yang istimewa di hari ulang tahun itu. Dia menyewa sejumlah pemusik. Mereka tampil di depan sang bos, yang meminta lagu khusus: sebuah theme song dari lagu film Godfather, film klasik tentang mafia karya Francis Ford Copolla itu. "Pada akhir lagu, bos memuji penampilan mereka," kata salah satu anggota mafia yang ditirukan polisi Italia. Antonino adalah pemimpin kelompok mafia Villabate. Pada 1990an, dia pernah terlibat perang berdarah antar geng di Palermo, Sicillia. Sebagai bos mafia, dia menumpuk kekayaan yang besar. Menurut situs Quotidiano, pada 5 November 2012, polisi Palermo membongkar bisnis ilegal para mafia yang terdapat dalam berbagai perusahaan. Total aset mafia yang disita berjumlah 12 juta euro atau sekitar Rp150 miliar. Aset itu berasal dari banyak bisnis haram mafia di berbagai usaha, seperti rumah judi, rekening bank, real estate, tanah, dan warung kopi. Penyitaan aset ini adalah tindak lanjut dari penangkapan 12 gembong mafia Villabate pada Juni 2009 lalu. Antonino adalah “pangeran” mafia. Ayahnya, Pietro Messicati Vitale, adalah gembong besar mafia yang pernah diadili di pengadilan khusus mafia Cosa Nostra di Palermo, atau yang dikenal dengan pengadilan Maxi. Pietro pernah ditangkap pada Juli 1985 oleh seorang polisi bernama Beppe Montana. Tidak berapa lama, polisi itu tinggal nama, menjadi korban balas dendam anak-anak buah Pietro. Ayah Antonino ini tewas dibunuh pada Juli 1988 ketika mengendarai skuter saat liburan di Mongerbino, dekat Bagheria. Dari Pietro lah, darah mafia menurun ke putranya, Antonino. Meski masih muda, lelaki kelahiran 1972 ini lumayan bengal. Dia pernah beberapa kali ditangkap. Bahkan untuk kasus berat, semisal pembunuhan, narkoba, perdagangan manusia, dan pemerasan. Pada 1995, dia pernah hampir divonis 10 tahun karena pembunuhan. Namun, dia berhasil bebas karena alasan teknis pengadilan. Cosa Nostra Di Sisilia, Antonino dan mafianya di Villabate itu, adalah sejarah panjang dunia kriminal di Italia. Kelompok mafia pertama muncul pada pertengahan abad ke 15. Bermula dari kelompok Cosa Nostra di Sisilia, wilayah selatan Italia, mafia melebarkan sayapnya ke seantero Italia. Mereka bahkan bercokol sampai ke benua Amerika. Data FBI mencatat bahwa empat geng mafia bisa beranggotakan sekitar 25.000 orang, dengan sekutu sekitar 250.000 di seluruh dunia. Di Amerika Serikat sendiri, mafia memiliki anggota sekitar 3.000 orang, kebanyakan bermukim di wilayah utara, barat, California, dan selatan. Markas mereka terbesar adalah di New York, New Jersey dan Philadelphia. Ada beberapa organisasi mafia paling besar di Italia, Cosa Nostra dari Sisilia, 'Ndrangheta dari Calabria, dan Camorra dari Naples. Ketiga kelompok ini paling tua, berdiri antara tahun 1500 dan 1800. Belakangan muncul organisasi baru, Stidda dan Sacra Corona dari Puglia. Di tengah krisis ekonomi Eropa, mereka berjaya. Soalnya, negara lemah dan gagal menggerakkan ekonomi rakyat. Di saat bank-bank di Italia terancam bangkrut, para nasabah akhirnya lari ke para lintah darat berdasi, Cosa Nostra. Di tangan geng mafia itu, diduga ada uang tunai hingga 65 juta euro, atau Rp770 miliar. Pencucian uang melalui bank meningkat hingga 147 persen pada 2010-2011, demikian laporan bank Italia. Sebanyak 800 transaksi dilaporkan melibatkan mereka yang sedang ditahan, atau tengah disidik polisi atas aktivitas mafia. Sepertiga di antaranya dilaporkan dilakukan di Italia utara, wilayah yang seharusnya bebas dari kekuasaan mafioso. Para mafioso memang menancapkan kukunya ke jejaring ekonomi, dan politik. Kekayaan mereka seakan menjadi bayang-bayang dari negara. Kelompok anti kriminal SOS Impresa, melaporkan pada Januari 2012 lalu, ada perputaran uang para mafioso sekitar 149 miliar euro atau lebih dari Rp1.600 triliun. Jumlah itu setara tujuh persen produk domestik bruto Italia.(np)

0 komentar:

Poskan Komentar