Rabu, 04 Mei 2011

Duet Microsoft & RIM Tantang Google


Jakarta - Aliansi antara Microsoft dan Research in Motion (RIM) menghadirkan Bing sebagai mesin cari default di perangkat BlackBerry. Duet dua raksasa di ranah pencarian online ini dinilai sebagai tantangan bagi sang penguasa, Google.

Analis berspekulasi bahwa Microsoft, yang sebelumnya sudah beraliansi bersama Nokia, mungkin membayar RIM agar mau menggunakan Bing. Pertarungan di segmen pencarian online pun diprediksi kian panas.

"Hal ini menunjukkan peperangan pencarian online dimulai. Kehadiran Ballmer (CEO Microsoft-red) di BlackBerry World adalah contoh pepatah 'musuh dari musuhku adalah temanku'. Dalam kasus ini, Google yang jadi musuh," kata analis Gartner, Michael Gartner.

Duet Microsoft dan RIM melawan Google dipandang sebagai sesuatu yang wajar. "RIM tak ingin memakai Google sebagai tools peta dan pencarian default sejak mereka berkompetisi sangat ketat dengan Android," kata Jack Gold, analis di J. Gold Associates.

Microsoft menerangkan bahwa Bing akan menjadi penyedia layanan pencarian default di browser dan peta BlackBerry. Saat ini, Bing telah dirilis sebagai aplikasi map dan pencarian di tablet BlackBerry PlayBook.

Para analis bertanya-tanya berapa uang yang dibayar Microsoft ke RIM dalam kesepakatan itu. Pertanyaan ini menyeruak karena Microsoft disebut-sebut juga membayar Nokia sekitar USD 1 miliar sebagai bagian kesepakatan penggunaan Windows Phone 7 di smartphone Nokia.

"Untuk menjadi provider di BlackBerry tidaklah gratis. Saya tidak tahu berapa angkanya, namun sudah jelas ini tidak gratis," tutur Kevin Burden, analis ABI Research seperti dikutip detikINET dari ComputerWorld, Rabu (4/5/2011).

0 komentar:

Poskan Komentar