Senin, 21 Februari 2011

Ciuman Tidak Menularkan Flu, kok bisa?

Flu atau pilek merupakan salah satu jenis infeksi yang paling sering diderita beberapa orang. Namun tahukan Anda fakta-fakta unik mengenai flu?

Salah satunya adalah Ciuman tidak menularkan flu. Terdengar aneh bukan? University of Wisconsin Medical School telah melakukan penelitian dan memastikan jika flu tidak menular melalui ciuman. Dijelaskan bahwa diperlukan 8.000 lebih virus untuk menginfeksi melalui air liur. Pada dasarnya flu menular melalui batuk, bersin atau menyentuh permukaan yang terinfeksi. Perlu diketahui bahwa virus flu diduga hanya terdapat di cairan ingus bukan air liur.

"Pertama kali berciuman, hanya sedikit virus yang dipindahkan dari air liur dan orang yang kekebalnnya bagus tidak akan mudah tertular," jelas Journal Medical Hypotheses.



Namun bukan berarti berciuman tidak menularkan penyakit. Perlu diwaspadai penyakit menular seksual atau infeksi laiinya yang cenderung berbahaya, karena air liur bisa menjadi perantara virus mematikan.



Beberapa fakta unik mengenai flu yang lain adalah:

1. Vitamin C tidak akan mencegah flu

Efek vitamin C sendiri telah diteliti oleh lebih dari 30 uji klinis yang melibatkan 10.000 orang. Hasilnya adalah vitamin C tidak dapat mencegah flu, namun hanya dapat mengurangi gejala yang muncul.



2. Menghangatkan tubuh tidak akan mencegah flu

Meskipun ketika musim dingin banyak orang menderita flu, namun Ron Tayor dari University of Virginia menuturkan udara dingin tidak membuat seseorang terserang flu. Hal ini terjadi karena ketika cuaca dingin banyak orang yang lebih betah berada di dalam rumah yang membuat virus mudah menular dari satu orang ke orang lain.



3. Orang tua sedikit terkena flu

Orang tua telah terkena flu lebih banyak dibandingkan orang muda, sehingga telah mengembangkan antibody yang lebih besar terhadap virus flu.



4. Flu mempengaruhi berat badan

Adenovirus, salah satu keluarga dari virus flu yang tidak hanya berpengaruh terhadap hidung tersumbat tapi juga obesitas. Pada orang-orang tertentu virus ini dapat mempengaruhi kecepatan pembentukkan sel lemak. Sehingga orang yang terinfeksi virus ini akan mengalami peningkatan berat badan yang lebih cepat.



5. Gen turut mempengaruhi
Selama bertahun-tahun para ilmuwan telah menemukan bahwa variasi genetik kemungkinan mempengaruhi kenapa seseorang menderita flu lebih banyak dibanding orang lain. Hal ini diperkirakan adanya perbedaan dalam sel-sel reseptor, sehingga rhinovirus lebih mudah menyerang tubuh.



6. Lendir hijau bukan tanda infeksi bakteri
Lendir yang berwarna hijau bukanlah tanda infeksi bakteri melainkan tanda bahwa sistem kekebalan tubuh bekerja dengan baik.
Untuk melawan virus tubuh akan merekrut sel-sel darah putih, sehingga terjadi perubahan warna lendir dari jernih, kuning ke hijau. Hal ini karena sel-sel tersebut membawa hijau besi yang mengandung enzim. Semakin hijau warna lendirnya menunjukkan respons yang lebih kuat dari sistem kekebalan tubuh.



7. Menyedot hidung terlalu keras tidak akan membantu
Perasaan tersumbat serta napas yang sulit selama flu disebabkan pembengkakan pembuluh darah di bagian hidung bukan karena kelebihan lendir.
Pembengkakan ini terjadi secara bergantian, ketika satu bagian hidung memiliki saluran udara yang lebih kecil maka bagian hidung lainnya tidak akan mengecil. Maka cobalah untuk menyedotnya secara lembut pada satu lubang.

0 komentar:

Poskan Komentar