Rabu, 04 Agustus 2010

sekilas tentang mobil presiden anti peluru

MERCEDES Benz menawarkan empat level perlindungan, dari B4 sampai B7. Yang pertama, B4, adalah perlindungan terhadap serangan pistol sampai yang sangat terkenal "Dirty Harry" Magnum kaliber .44, lalu, B5, perlindungan terhadap berondongan senjata NATO 5,56 mm, dan kemudian, B6, perlindungan terhadap berondongan peluru 7,62 mm Kalashnikov atau senjata laras panjang serbu yang setara dari jarak menengah.
Yang tertinggi adalah B7, yang memberikan perlindungan terhadap berondongan peluru 7,62 mm dari jarak sangat dekat, ledakan granat asap di kolong dan di atas atap mobil dan lemparan bom molotov.
Seluruh level perlindungan itu disesuaikan secara cermat sesuai standar yang diakui secara internasional, serta pabrik bekerja sama erat dengan badan-badan nasional di seluruh dunia untuk tetap mengikuti perkembangan di bidang persenjataan dan amunisi.
Untuk menjadikan sebuah mobil antipeluru, Divisi Kendaraan Antipeluru Mercedes Benz menggabungkan bahan-bahan tradisional dan bahan-bahan berteknologi tinggi. Kaca dan metal adalah beberapa di antaranya. Namun, kaca setebal 4 sentimeter (40 mm) yang telah diperkeras itu mengandung lapisan polycarbonate untuk menjaga agar kaca tidak pecah berhamburan ketika dihantam peluru.
Baja khusus yang ekstra kuat digunakan pada mobil level B4, dan campuran antara baja dan aramide fiber digunakan pada level B6 dan B7. Baja berfungsi menghentikan peluru, dan bahan sintetis menyediakan perlindungan bagi serpihannya. Campuran ini terutama efektif untuk menahan pecahan granat yang meledak di samping, di atas, dan bahkan juga di kolong mobil.
Namun, campuran baja khusus yang digunakan untuk memperkuat mobil antipeluru itu harganya hampir 15 kali lipat lebih mahal daripada pelat baja yang digunakan pada kendaraan tempur.
Keempat pintu yang dipasang pada mobil level B4 berat totalnya 80 kilogram, sedangkan pada level B6/B7 beratnya 100 kilogram. Namun, semua itu tidak menjadikan mobil tersebut kaku dan tidak lincah.
Mercedes Benz mempunyai lapangan tembak di dalam pabrik di mana mereka dapat secara acak menguji coba sendiri bahan-bahan atau potongan-potongan kaca dan metal. Beberapa uji coba itu dilakukan sesuai dengan standar Organisasi Pakta Atlantik Utara (NATO) dan standar pemerintah lain, antara lain dengan memberondongkan tembakan di dekat pegangan bukaan pintu, dekat lubang kunci pintu, dan tempat-tempat lain yang dianggap sebagai titik lemah.
Bahkan, dalam suatu uji coba, sebuah Mercedes Benz E-Class yang ditembaki secara sistematis, di tempat-tempat yang dianggap sebagai titik lemah. Meskipun demikian, pintu-pintu tetap dapat dibuka untuk melihat seberapa dalam peluru-peluru yang ditembakkan itu menembus lapisan terluar mobil.
Perlindungan terhadap bahan bakar dan oli dilakukan secara maksimal.
Dan, ban khusus 265/40 R500 Continental CTS-1 memungkinkan mobil dapat terus dijalankan, walaupun empat ban dalam keadaan kempes pengemudi dapat tetap mengendarai mobil dan menyingkir dengan cepat dari situasi darurat. (James Luhulima)

Dan dari sebuah situs lain, disebutkan bahwa untuk Mercedes Benz S600 Guard dilengkapi dengan sistem proteksi dengan kategori B6/B7 serta menggunakan mesin konfigurasi V12 yang mampu mengeluarkan tenaga sebesar 517 tenaga kuda. Jadi sebenarnya mobil kepresidenan Indonesia sudah cukup canggih, meskipun belum segarang mobilnya Obama

0 komentar:

Poskan Komentar