Senin, 07 Juni 2010

koran bekas dijadikan penyedot emas

Jepang - Ternyata koran bekas di rumah Andapun dapat dimanfaatkan sebagai penyedot emas, penemuan dari para ilmuwan Jepang ini merupakan satu terobosan yang cukup menggembirakan. Koran bekas merupakan salah satu bahan ramuan gel yang ramah lingkungan yang dapat diolah untuk memisahkan emas dari sampah elektronik.

Dengan koran bekas, para ilmuwan dari Universitas Saga Jepang tidak hanya membuat proses tersebut menjadi lebih mudah, tetapi juga murah dan ramah lingkungan. Tim ilmuwan yang dipimpin Katsutoshi Inoue itu menghancurkan koran bekas menjadi bubur. Mereka lalu membersihkannya dengan mencampurkan ke dalam cairan klorin.

Mereka kemudian mencampur bubur kertas tersebut dengan dimethylamine (DMA) dan formaldehid, sehingga membentuk senyawa dalam bentuk gel. Lalu, mereka mengeringkan gel itu dan menumbuknya menjadi bubuk. Bubuk itu mereka uji untuk mengikat atau menyerap logam dari sampah elektronik yang biasanya telah dicairkan dengan asam hidroklorik.

Bubuk gel tersebut ternyata efektif memanen logam mulia. Senyawa gel mengikat sekitar 90% emas, platina, dan palladium. Namun tembaga, seng, dan besi tidak terikat.

Kertas bekas menjadi komponen utama gel tersebut karena berasal dari kayu, sehingga memiliki kandungan selulosa yang sangat tinggi. Sifat alami selulosa yang fleksibel memudahkan zat kimia menembus matriks larutan logam dan mengikatnya. Satu kilogram gel dapat mengikat 906 gram emas.


Namun belum dapat dipastikan apakah kekuatannya mengikat logam mulia bersifat tetap. Selain itu, proses pengikatannya sangat lama. Untuk mengikat secara sempurna, gel harus dibiarkan pada larutan selama kurang lebih lima jam.


Hal itu mungkin kurang efektif jika dipakai pada skala industri. Namun, setidaknya temuan itu telah menjanjikan senyawa yang murah dan lebih ramah lingkungan untuk memanen logam-logam mulia dari sampah elektronik.

source: http://gayahidup.timlo.net/bacaberita/1927/Koran-Bekas--Jadikan-Penyedot-Emas

0 komentar:

Poskan Komentar