Rabu, 05 Mei 2010

Teknologi Ransum Makanan yang Praktis Ringan dan effisien

Teknologi Ransum Makanan yang Praktis Ringan dan effisien




Bekal adalah sesuatu yang sangat penting bagi para tentara atau para pendaki gunung. Kadang beban yang terlalu berat akan menyiksa dan menguras banyak tenaga,untuk memperingan beban khususnya ransum makanan suatu perusahaan makanan yang menangani Teknologi Filter osmosis pada ransum telah diteukan,Sebenarnya teknologi ini diciptakan untuk tentara yang sedang bertugas di medan tempur. selain amunisi,Ransum atau bekal sangat diperlukan untuk kelangsungan hidup dimedan perang, Celakanya mereka tidak mungkin berlebihan dalam membawa ransum, maka selain harus bergizi lengkap,ransum yang pengolahannya praktis sangat dibutuhkan.

Dengan didasarkan pada pemikiran diatas maka para ilmuwan di US Army Soldier system Center di nantick, Massachusetts menemukan suatu teknologi baru tentang ransum/bekal yang akan digunakan para tentara amerika pada saat bertugas di medan perang.

Ransum yang ditemukan berupa bahan makanan dan makanan yang telah dikeringkan dan dimasukkan kedalam kantung yang memiliki penyaring atau filter khusus yang mampu menyaring 99,9% bakteri dan bahan kimia berbahaya dari cairan apapun yang akan digunakan untuk mencampur makanan. Kantug makanan ini memiliki 2 sisi, yag satu berisi ayam dan nasi yang telah dibadatkan dan dikeringkan,sisi yang lain kosong,nah sisi yang kosong inilah yang bisa dimasukkan cairan apapun yang digunakan untuk mengembangkan makanan ,termasuk air kencing(Urin) tentunya aman karena telah disaring melalui cara Osmosis.

Teknologi baru ini jelas sangat membantu para tentara untuk mengurangi beban bawaan mereka, terutamajumlah air yang digunakan. Jatah makan seorang tentara dalam satu hari jika dihitung adalah seberat 3,5 kg untuk 3 kali makan dalam sehari. dengan menggunakan kantung makanan ajaib ini beban mereka dapat dikurangi sebanyak 400 g

Namun dengan catatan khusus soal keajaiban teknologi ini. Hydration Tecnology of albany, Oregon perusahaan yang menciptakan membran ini menganjurkan agar penggunaan air kencing hanya kalau terpaksa soalnya membranini tidak dirancag khusus untuk air kencing. Dalam pemakaian jangka lama maka air seni akan merusak ginjal para pengguna.

sumber : Intisari November

0 komentar:

Poskan Komentar