Rabu, 05 Mei 2010

Sri Mulyani, Kandidat Direktur Pelaksana Bank Dunia

Penulis : Tim AndrieWongso.com
Rabu, 05-Mei-2010
Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani Indrawati (47 tahun) ditunjuk menjadi salah satu kandidat Direktur Pelaksana / Managing Director Bank Dunia. Beliau diharapkan bisa menggantikan Juan Jose Daboub, mantan Menteri Keuangan El Salvador, yang akan menyelesaikan masa empat tahunnya sebagai Direktur Pelaksana pada 30 Juni nanti.

Sekadar tahu, Direktur Pelaksana merupakan jabatan tertinggi kedua (setelah Presiden Direktur) di Bank Dunia.Melalui surat elektronik, Selasa (4/5), PresDir Bank Dunia Robert Zoellick mengatakan bahwa ia berharap Sri Mulyani bisa mulai bekerja di kantor pusat Bank Dunia di Washington, AS, per 1 Juni. Tugasnya adalah mensupervisi atau mengawasi tiga kawasan Bank Dunia yakni Amerika Latin dan Karibia, Timur Tengah dan Afrika Utara, serta Asia Timur dan Pasifik.

Kemampuan

Sri Mulyani dipilih sebagai calon Direktur Pelaksana karena memiliki kemampuan yang unik dan berpengalaman bekerja di Grup Bank Dunia. Secara detail, Bank Dunia juga menjelaskan bahwa Sri Mulyani telah berhasil membawa perekonomian Indonesia keluar dari "krisis ekonomi global jilid dua" yang melanda dunia sejak akhir November 2008. Ia berhasil memilih kebijakan fiskal yang tepat, seperti paket stimulus fiskal, untuk menjaga daya beli masyarakat.

Melalui paket stimulus fiskal tersebut, Indonesia berhasil mencetak pertumbuhan ekonomi positif pada 2009. Juga, memcatatkan diri sebagai satu dari tiga negara Asia selain (China dan India) yang sanggup mencatatkan pertumbuhan ekonomi selama krisis global.

Intinya, "srikandi" Indonesia ini dinilai tangguh dan efektif dalam mengelola keuangan Indonesia, khususnya dalam situasi krisis. Bank Dunia percaya, perempuan kelahiran Tanjungkarang, Lampung ini bisa membantu memimpin Bank Dunia untuk memperkuat dukungan klien dan melaksanakan reformasi.

Tanggapan

"Ini merupakan kehormatan terbesar bagi saya dan juga buat Indonesia. Ini merupakan kesempatan untuk memberikan kontribusi dalam menjalan misi bank mengubah dunia," kata Sri Mulyani dalam pernyataannya.

"Namun keputusan saya tentu saja juga bergantung pada persetujuan dan izin Bapak Presiden," katanya kepada pers usai menjadi pembicara di salah satu seminar di Jakarta, Rabu (5/5) ini. Sambil menunggu persetujuan itu, katanya, dirinya tetap akan menjalankan semua tugas sebagai Menteri Keuangan dengan baik.

Masyarakat sendiri, ramai dibicarakan hal ini di situs microblogging Twitter. Pada Rabu sampai berita ini dinaikkan (pkl 13.00 WIB), nama "Sri Mulyani"menjadi trending topic/TT (topik yang paling banyak dibicarakan pengguna Twitter sedunia). Ini "prestasi" luar biasa, mengingat pada umumnya TT adalah hal yang berkaitan dengan remaja atau ABG. Ada pihak yang bangga dan memuji penunjukan tersebut, tapi ada juga yang sedih.

Mungkin, apa pun perasaan para pengguna Twitter, tak akan mengubah keputusan Sri Mulyani, atau Presiden, misalnya. Namun perlu diketahui, kadangkala Twitter juga punya pengaruh besar untuk menggulirkan sebuah isu. Contohnya, Menteri Sosial Salim Assegaf hari ini mendatangi kantor Polisi Sektor Mampang, Jakarta Selatan. Beliau minta ditilang karena mobilnya yang bernomor polisi RI 32, pada Selasa 4 Mei masuk ke jalus busway. Nah, pelanggaran itu kemudian berbuntut kecaman panjang di Twitter.

0 komentar:

Poskan Komentar